Items filtered by date: November 2018
30 November 2018 In Berita

Universitas Andalas (UNAND) adalah perguruan tinggi dengan akreditasi institusi peringkat A, kategori bidang riset adalah mandiri, laporan keuangan pada predikat WTP dan berbagai predikat lain yang berskala nasional. Salah satu topik penelitian unggulan Unand adalah bidang ketahanan pangan, obat dan kesehatan yang didasarkan pada pengembangan iptek-sosbud yang berwawasan lingkungan.

Peran pendidikan dan konservasi yang diamanatkan oleh undang-undang untuk kawasan ekowisata perlu di perkaya dan di dukung oleh dunia pendidikan (Universitas). Pembelajaran dan pengenalan jenis tumbuhan dengan nama ilmiah diharapkan akan meningkatkan nilai edukasi dan konservasi di kawasan ekowisata Sungai Buluh Timur. Dalam memecahkan masalah di atas, salah satu alternatif yang dapat dilakukan Tim Pengabdian pada Masyarakat dari Jurusan Biologi FMIPA Universitas Andalas adalah melakukan inventarisasi tumbuhan asli yang menarik di lokasi ini. Target utama dari kegiatan ini adalah menambah nilai edukasi untuk lokasiekowisata Sungai buluh. Hasil ini diharapkan akan meningkatkan jumlah kunjungan ke lokasi yang akan berdampak untuk peningkatan ekonomi masyarakat setempat.

Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan beberapa tahap sebelum dilaksanakan pemasangan nama. Survey lapangan dengan cara Rapid assement dilakukan untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan yang didapatkan disekitar lokasi ekowista. Survey ini mendapatkan lebih dari 30 jenis tumbuhan asli yang ditemukan di sepanjang jalan menuju lokasi kawasan wisata Sunga Buluh Timur. Tumbuhan yang ditemukan didominasi oleh tumbuhan budidaya. Berdasarkan permintaan masyarakat, papan nama juga diperuntuukan untuk tanaman budidaya.

Pemasangan papan nama dilakukan dengan acara cermonial yang dihadiri oleh masyarakat dan perangkat nagari Sungai Buluh Timur, Kec. Batang Anai, Kab. Padang Pariaman. Antusias masyarakat sangat tinggi yang ditandai dengan kehadiran beragam lapisan masyarakat. Kegiatan ini dihadiri oleh wali nagari (Zulkifli) beserta aparat kenagarian Sungai Buluh Timur, pemangku adat, cadiak pandai dan pemuda pemudi serta ibu-ibu PKK. Masyarakat kampus juga berpartisipasi dalam kegiatan ini. Kegiatan ini dihadiri oleh dosen-dosen dari Jurusan Biologi, mahasiswa S1 dan S2 serta Dekan dan Pembantu Dekan 3 Fakultas FMIPA universitas Andalas. Pemasangan papan nama secara seremonial di wakili oleh Wali Nagari, Dekan FMIPA, Pemangku Adat, Wali jorong Kuliek dan Ketua pemuda.

30 November 2018 In Berita

Masih banyaknya anggapan dari masyarakat bahwa anggrek merupakan tumbuhan yang sukar untuk dipelihara, dibudidayakan atau dijadikan sebagai tumbuhan berbunga, karena mempunyai bentuk dan habit tumbuh yang berbeda dari tanaman hias pada umumnya. Padahal sebenarnya tumbuhan ini dapat dikembangbiakan dalam skala rumah tangga, dengan biaya yang tidak terlalu besar bahkan dengan menggunakan bahan-bahan yang mudah didapatkan di sekitar kita. Untuk itulah kegiatan ini dilakukan, untuk memberikan masukkan pengetahuan kepada kaum ibu dan perempuan yang ada di Kelurahan Limau Manis Padang, sehingga dapat dipergunakan untuk memajukan kehidupannya.

Tumbuhan anggrek mempunyai banyak manfaat, yaitu nilai estetikanya sebagai tanaman hias, memberikan citarasa dalam makanan, mempunyai efek penenang, sebagai bahan obat-obatan, sebagai bahan kerajinan dan lain sebagainya. Berdasarkan kajian yang telah dilakukan, dengan ketekunan, anggrek dapat dibudidayakan secara mandiri dalam skala kecil sampai menengah oleh ibu rumah tangga. Namun kendala teknis berupa pengetahuan praktis tentang tata cara budidaya anggrek dalam skala rumah tangga masih belum begitu diketahui oleh masyarakat, sehingga hal ini menjadi hal utama yang harus diatasi dengan menyelenggarakan pelatihan yang diperlukan.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema budidaya anggrek ini memberikan tambahan pengetahuan yang sangat besar kepada pesertanya yang terdiri dari kaum ibu dan perempuan di Kelurahan Limau Manis Padang. Selain itu juga memotivasi mereka untuk dapat melakukan budidaya tumbuhan tersebut secara mandiri di rumah tangganya. Kegiatan ini disambut dengan antusias, serta di masa yang akan datang diharapkan untuk dapat terus dilakukan pembinaan kepada kelompok masyarakat tersebut.