Workshop Survei Primata Mentawai 2023

Departemen Biologi Univesitas Andalas melaksanakan Workshop Survei Primata Mentawai yang telah dilakukan pada 8-10 Mei 2023. Workshop ini diadakan untuk mempersiapkan kader peneliti lapangan satwa primate Mentawai. Kegiatan workshop terdiri dari pembekalan materi selama dua hari di Plaza Biologi dan praktik lapangan pada hari ke-tiga di Hutan Pendidikan dan Penelitian Biologi Universitas Andalas.

Kepulauan Mentawai merupakan salah satu prioritas global dalam konservasi spesies primata dan sejumlah spesies endemik lainnya. Terdapat enam spesies primata dari empat Genus hanya dapat ditemukan di Kepulauan Mentawai. Primata endemik Mentawai tersebut terdiri dari Owa Mentawai (Hylobates klossii), Simakobu (Simias concolor concolor dan Simias concolor siberu), Joja Mentawai (Presbytis potenziani), Joja Siberut (Presbytis siberu), Beruk Pagai (Macaca pagensis), dan Beruk Siberut (Macaca siberu).

Seluruh spesies primata endemik Mentawai memiliki status konservasi dilindungi (PERMEN LHK 106 Tahun 2018) terancam punah (IUCN). Ancaman yang dihadapi berupa degradasi habitat, deforestasi, dan tekanan perburuan. Serta berbagai faaktor lainnya. Survei lapangan diperlukan untuk mengumpulkan informasi terbaru mengenai keberadaan Primata Mentawai dan kondisi habitat saat ini.

 

Kegiatan Workshop Survei Primata Mentawai diawali dengan laporan dari Dr. Rizaldi, M.Sc. selaku ketua pelasana dan kata sambutan dari Kepala Departemen Biologi Universitas Andalas , Dr. Wilson Novarino. Workshop diresmikan langsung oleh Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Andalas, Prof. Dr. Syukri Arief, M.Eng. Acara pembukaan turut dihadiri oleh tamu undangan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat, Taman Nasional Siberut (TNS), Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai, Bappeda Kabupaten Kepulauan Mentawai, dan rekan-rekan pers.

Peserta workshop berjumlah 30 orang yang terdiri dari 19 mahasiswa Biologi Universitas Andalas, 2 mahasiswa Antropologi Universitas Andalas, 2 mahasiswa Kehutanan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat,  5 warga mitra dari Kepulauan Mentawai, dan 2 staf BKSDA Sumatera Barat Resort Mentawai.  Peserta mendapatkan pembekalan materi dari Narasumber yang berasal dari berbagai instansi, yaitu Dosen Departemen Biologi Unand (Dr. Wilson Novarino, Dr. Nurainas, dan Dr. Rizaldi), Dosen Fakultas Kehutanan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (Gusmardi Indra, M.Si)), SwaraOwa (Arif Setiawan, S.Hut.), Mandai Nature (Andie Ang, Ph.D.), Kepala BKSDA Sumatera Barat (Ardi Andono, S.TP, M.Sc.), Asisten Pemerintahan dan Kesra Kepulauan Mentawai (Nurdin, S.Sos.), dan SINTAS Indonesia (Alitha Mas Juanes, S.Si. dan Vika Widya Wati, S.Si.).

 

Kegitan selama tiga hari berjalan lancar dan didukung dengan cuaca yang cerah pada saat praktik lapangan. Diakhir kegiatan peserta telah dibagi menjadi lima kelompok, dan masing-masing kelompok telah rerancang rute perjalanan survei primata Mentawai beserta manajemen ekspesidi. Harapannya semoga kegiatan Survei Primata Mentawai yang direncanakan akan dimulai pada Juli 2023 dapat berjalan dengan lancar dan berhasil mengumpulkan data yang berguna untuk manajemen konservasi primate Mentawai.