
Biologi
Kehadiran teknik analisa dengan menggunakan DNA dari suatu makhluk hidup, telah membawa perubahan yang sangat pesat di bidang taksonomi dan konservasi satwa liar. Seringkali penampakan luar yang sangat mirip membuat banyak jenis hewan (dan juga tumbuhan) dikelompokkan sebagai suatu jenis yang sama atau paling tidak dalam kerabat dekat. Hal ini memberikan bias saat menentukan jumlah populasi dan status keberadaannya di alam.
Belum lama berselang, tim peneliti yang berasal dari beberapa negara dan bernaung di lembaga yang berbeda menerbitkan laporan ilmiah di jurnal Nature Research tentang analisa DNA dari tiga anak jenis primata jenis Presbytis (P. femoralis femoralis, P. f. percura dan P. siamensis cf. cana) yang penyebarannya juga mencakup beberapa bagian di Sumatera. Material DNA didapatkan dari sel-sel mukosa yang terbawa dalam feses primata tersebut, sehingga pengambilan sampelnya sendiri tidak membahayakan individu yang ada.
Kebijakan Kampus Merdeka yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia membuka peluang besar untuk dilakukan kerjasama di bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi di Indonesia. Kesempatan tersebut kemudian dimanfaatkan oleh Jurusan Biologi FMIPA UNAND untuk melanjutkan kerjasama yang telah terjalin sebelumnya dengan SITH ITB.
Tahun 2019 Jurusan Biologi dan SITH ITB telah melakukan rapid assesment Keanekaragaman Hayati dan melakukan Pengabdian Masyarakat di Pulau Siberut Kepulauan Mentawai. Lalu pada hari Selasa, 29 Desember 2020 Jurusan Biologi melakukan diskusi terkait kelanjutan pengabdian masyarakat di pulau Siberut tersebut.
Sebagai salah satu bagian proses mendidik mahasiswa untuk berani menyampaikan dan mempertahankan pendapatnya di depan khalayak ilmiah, maka secara reguler mahasiswa akan mengadakan seminar. Di dalam kurikulum yang sedang berlaku, mahasiswa Jurusan Biologi paling tidak wajib melakukan dua kali seminar, yaitu seminar proposal dan seminar hasil.
Selain menjadi penyampai dalam kedua kegiatan seminar tersebut, mahasiswa juga diajurkan untuk mengikuti secara aktif seminar proposal dan hasil yang dilakukan oleh mahasiswa lain. Tujuannya tentu untuk belajar secara langsung dari apa saja yang terjadi di dalam seminar tersebut, sehingga ketika mereka melakukan seminarnya sendiri dapat lebih baik lagi.
Untuk mendukung itulah, website Jurusan Biologi secara regular akan memposting jadwal seminar proposal dan hasil mahasiswa, sehingga dapat digunakan sebagai pedoman untuk menghadiri seminar yang dimaksud.
Setelah diinisiasi hampir lebih dari sebulan yang lalu, kegiatan pemilihan Ketua Jurusan dan para Ketua Program Studi yang bertugas di Jurusan Biologi, Fakultas MIPA Universitas Andalas untuk tahun jabatan 2021-2025 berhasil juga dituntaskan pada hari ini, Selasa 5 Januari 2021.
Hampir seluruh staf pengajar yang bertugas di Jurusan Biologi menyalurkan aspirasinya dalam memilih para pemimpin di jurusan tersebut dan hasilnya telah diketahui pada hari yang sama.
Untuk Ketua Jurusan, secara aklamasi terpilih Dr. Wilson Novarino dengan 28 suara dari total 39 suara yang masuk. Sedangkan Ketua Program Studi S1, Dr. Aadrean terpilih untuk mengisi posisi ini dengan 26 total suara dari 39 suara pemilih yang masuk.
Program Studi Master Biologi akan dikepalai oleh Dr. Indra Junaidi Zakaria dalam lima tahun ke depan melalui 16 suara yang memilihnya dari total 27 pemilih yang memenuhi syarat pada Prodi ini. Sebagai pamungkasnya, Ketua Program Studi Doktoral terpilih adalah Prof. Dr. Erizal Mukhtar dengan sembilan suara dari total enam belas jumlah pemilih pada Prodi ini.
Semua pejabat terpilih tersebut akan efektif menjalankan posisinya masing-masing pada awal Maret 2021 nanti, pasca berakhirnya masa jabatan yang sedang berjalan sekarang ini.
Selamat bertugas kepada seluruh pejabat terpilih di atas. Semoga dapat mengemban amanat dan membawa Jurusan Biologi ke arah yang lebih baik lagi di masa depan.