Masih banyaknya anggapan dari masyarakat bahwa anggrek merupakan tumbuhan yang sukar untuk dipelihara, dibudidayakan atau dijadikan sebagai tumbuhan berbunga, karena mempunyai bentuk dan habit tumbuh yang berbeda dari tanaman hias pada umumnya. Padahal sebenarnya tumbuhan ini dapat dikembangbiakan dalam skala rumah tangga, dengan biaya yang tidak terlalu besar bahkan dengan menggunakan bahan-bahan yang mudah didapatkan di sekitar kita. Untuk itulah kegiatan ini dilakukan, untuk memberikan masukkan pengetahuan kepada kaum ibu dan perempuan yang ada di Kelurahan Limau Manis Padang, sehingga dapat dipergunakan untuk memajukan kehidupannya.

Tumbuhan anggrek mempunyai banyak manfaat, yaitu nilai estetikanya sebagai tanaman hias, memberikan citarasa dalam makanan, mempunyai efek penenang, sebagai bahan obat-obatan, sebagai bahan kerajinan dan lain sebagainya. Berdasarkan kajian yang telah dilakukan, dengan ketekunan, anggrek dapat dibudidayakan secara mandiri dalam skala kecil sampai menengah oleh ibu rumah tangga. Namun kendala teknis berupa pengetahuan praktis tentang tata cara budidaya anggrek dalam skala rumah tangga masih belum begitu diketahui oleh masyarakat, sehingga hal ini menjadi hal utama yang harus diatasi dengan menyelenggarakan pelatihan yang diperlukan.

Mengajak Masyarakat Peduli Resiko DBD

(Penyuluhan dan Edukasi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Demam Berdarah Serta Sosialisasi Metoda Sederhana dalam Mengurangi Resiko Penyebaran DBD)

Kamis/ 26 Juli 2018, Jurusan Biologi Fakultas MIPA UNAND dan Jurusan Parasitologi Fakultas Kedokteran menyelenggarakan Penyuluhan dan Edukasi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Demam Berdarah Serta Sosialisasi Metoda Sederhana dalam Mengurangi Resiko Penyebaran DBD. Layanan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mempertajam pemahaman warga terhadap resiko dan bahaya DBD.