Profil

Profil (6)

Kamis, 24 Agustus 2017 13:11

Pengurus Jurusan Biologi

Written by

Pengurus Jurusan Periode 2017 s/d 2021

Ketua Jurusan

 

 

 

Dr. Mairawita

Nip. 196505041994032001

 

Sekretaris Jurusan

 

 

Suwirmen, MS

Nip. 196304191989011001

 

Kaprodi S1

 

 

Dr. rer. Nat. Indra Junaidi Zakaria

Nip. 196706082005011001

 

Kaprodi S2

 

 

Dr. Jabang Nurdin

Nip. 197007051999031002

 

Kaprodi S3

 

 

Prof. Dr. Dahelmi, MS

Nip. 195909221986031001

 

Pembina Kemahasiswaan

 

 

Ahmad Taufiq, M.Si

Nip. 198610272015041002

 

 

Kamis, 06 Oktober 2016 13:57

Profil & Kurikulum

Written by

 

BAB I. PENDAHULUAN

I.1. LATAR BELAKANG

Dalam rangka mewujudkan misinya yakni menghasilkan lulusan yang mampu mengkaji, mengembangkan dan menyelamatkan sumberdaya hayati tropika, maka Jurusan Biologi FMIPA Universitas Andalas selalu melakukan evaluasi berkala terhadap proses pembelajaran. Mengingat kurikulum merupakan sesuatu yang sangat vital dalam meraih visi tersebut, maka kurikulum juga merupakan sesuatu yang sangat penting untuk dikaji dan direvisi secara berkala.

Revisi (peninjaun kembali untuk memperbaiki) kurikulum mutlak dilakukan karena biologi sebagai suatu ilmu mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Demikian juga proses pembelajaran mempunyai dinamika yang sejalan dengan perkembangan ilmu dan kebutuhan pasar. Kebutuhan pasar terhadap sarjana biologi juga mengalami pergeseran sesuai dengan kondisi aktual. Lapangan kerja yang tersedia saat ini, juga membutuhkan adanya nilai tambah berupa soft skill. Hal ini disadari dan diantisipasi oleh Departemen Pendidikan Kebudayaan dengan mengembangkan standar Kualifikasi Kompetensi Nasional Indonesia (KKNI).

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, kurikulum diterjemahkan sebagai seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan ajar serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan Pendidikan Tinggi. Sementara jika mengacu kepada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 49 tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, kurikulum dirumuskan sebagai seperangkat rencana dan pengaturan mengenai capaian pembelajaran lulusan, bahan kajian, proses, dan penilaian yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan program studi. Karenanya dalam pelaksanaan revisi kurikulum ini dilakukan dengan mengacu kepada peraturan tersebut serta disesuaikan dengan kriteria KKNI yang telah ditetapkan untuk Diploma IV atau Strata I, serta mengacu kepada pedoman penyusunan kurikulum pendidikan tinggi dari Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Dirjen DIKTI).

Pengertian tersebut menunjukkan bahwa Kurikulum merupakan suatu proses dinamis yang membutuhkan penerapan yang bertahap dan sistematis, dengan membuka ruang untuk adanya umpan balik sehingga mempermudah modifikasi dan penyesuaian dalam proses pembenahan kurikulum. Perbaikan terhadap suatu kurikulum yang sedang berjalan tentunya akan mengalami pola resistensi, karenanya dibutuhkan adanya kesamaan pandangan baik dari dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan dan segenap unsur pimpinan pada perguruan tinggi.

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 4 tahun 2014 maka Pembelajaran adalah proses interaksi mahasiswa dengan dosen dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Proses ini merupakan salah satu bagian otonomi kampus sesuai dengan pasal 23 pada peraturan tersebut. Pembelajaran diharapkan akan memfasilitasi terwujudnya Capaian pembelajaran yaitu kemampuan yang diperoleh melalui internalisasi pengetahuan, sikap, keterampilan, kompetensi, dan akumulasi pengalaman kerja.

I.2. Dasar Hukum

1.2.1. Peraturan-peraturan Pendidikan Tinggi

  1. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi;
  2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia;
  3. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2013 tentang Penerapan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia Bidang Pendidikan Tinggi;
  4. Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2015 Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi;
  5. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa;
  6. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi;
  7. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 43/DIKTI/Kep/2006 tentang Rambu-Rambu Pelaksanaan Kelompok Matakuliah Pengembangan Kepribadian Di Perguruan Tinggi; dan
  8. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 44/DIKTI/Kep/2006 tentang Rambu-Rambu Pelaksanaan Kelompok Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat di Perguruan Tinggi.

1.2.2. Level Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia

Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), adalah kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor. KKNI disusun dengan tujuan menjamin akuntabilitas penyelenggara pendidikan dalam kesetaraan kualifikasi/kompetensi lulusannya sesuai dengan jenjang pendidikannya. Tujuan lainnya adalah untuk menjamin ketercapaian mutu pendidikan di Indonesia berada dalam taraf yang sama dengan mutu pendidikan di negara-negara lain. KKNI terdiri atas 9 (sembilan) jenjang kualifikasi, dimulai dari jenjang 1 (satu) sebagai jenjang terendah sampai dengan jenjang 9 (sembilan) sebagai jenjang tertinggi.

Jenjang kualifikasi KKNI terdiri atas:

  1. jenjang 1 sampai dengan jenjang 3 dikelompokkan dalam jabatan operator;
  2. jenjang 4 sampai dengan jenjang 6 dikelompokkan dalam jabatan teknisi atau analis;
  3. jenjang 7 sampai dengan jenjang 9 dikelompokkan dalam jabatan ahli.

Penyetaraan capaian pembelajaran yang dihasilkan melalui pendidikan dengan jenjang kualifikasi pada KKNI terdiri atas:

  1. lulusan pendidikan dasar setara dengan jenjang 1;
  2. lulusan pendidikan menengah paling rendah setara dengan jenjang 2;
  3. lulusan Diploma 1 paling rendah setara dengan jenjang 3;
  4. lulusan Diploma 2 paling rendah setara dengan jenjang 4;
  5. lulusan Diploma 3 paling rendah setara dengan jenjang 5;
  6. lulusan Diploma 4 atau Sarjana Terapan dan Sarjana paling rendah setara dengan jenjang 6 (enam);
  7. lulusan Magister Terapan dan Magister paling rendah setara dengan jenjang 8;
  8. lulusan Doktor Terapan dan Doktor setara dengan jenjang 9;
  9. lulusan pendidikan profesi setara dengan jenjang 7 atau 8;
  10. lulusan pendidikan spesialis setara dengan jenjang 8 atau 9.

Sesuai dengan uraian di atas lulusan sarjana setara dengan jenjang enam. Deskripsi kualifikasi level 6 KKNI yaitu:

  • Mampu mengaplikasikan bidang keahliannya dan memanfaatkan IPTEKS pada bidangnya dalam penyelesaian masalah serta mampu beradaptasi terhadap situasi yang dihadapi
  • Menguasai konsep teoritis bidang pengetahuan Biologi secara umum dan khusus secara mendalam, serta mampu memformulasikan penyelesaian masalah prosedural.
  • Mampu mengabil keputusan yang berdasarkan analisis informasi dan data, dan mampu memberikan petunjuk dalam memilih berbagai alternatif solusi secara mandiri dan kelompok.
  • Bertanggung jawab pada pekerjaan sendiri dan dapat diberi tanggung jawab atas pencapaian hasil kerja organisasi.

 1.2.3. Standar Nasional Pendidikan Tinggi

Standar Nasional Pendidikan Tinggi terdiri atas:

a. Standar Nasional Pendidikan;   terdiri atas: a. standar kompetensi lulusan; b. standar isi pembelajaran; c. standar proses pembelajaran; d. standar penilaian pembelajaran; e. standar dosen dan tenaga kependidikan; f. standar sarana dan prasarana pembelajaran; g. standar pengelolaan pembelajaran; dan h. standar pembiayaan pembelajaran. Standar Nasional Pendidikan menjadi acuan dalam menyusun, menyelenggarakan, dan mengevaluasi kurikulum.

b. Standar Nasional Penelitian; terdiri atas: a. standar hasil penelitian; b. standar isi penelitian; c. standar proses penelitian; d. standar penilaian penelitian; e. standar peneliti; f. standar sarana dan prasarana penelitian; g. standar pengelolaan penelitian; dan h. standar pendanaan dan pembiayaan penelitian.

c. Standar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat; terdiri atas: a. standar hasil pengabdian kepada masyarakat; b. standar isi pengabdian kepada masyarakat; c. standar proses pengabdian kepada masyarakat; d. standar penilaian pengabdian kepada masyarakat; e. standar pelaksana pengabdian kepada masyarakat; f. standar sarana dan prasarana pengabdian kepada masyarakat; g. standar pengelolaan pengabdian kepada masyarakat; dan h. standar pendanaan dan pembiayaan pengabdian kepada masyarakat.

 1.2.4. Kebijakan dan Standar Pengembangan Kurikulum

Dengan diterbitkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) sebagai Peraturan Presiden No.8 Tahun 2012, maka mendorong semua perguruan tinggi untuk menyesuaikan diri dengan ketentuan di dalamnya. KKNI merupakan pernyataan kualitas SDM Indonesia, dimana tolak ukur kualifikasinya ditetapkan berdasarkan capaian pembelajaran (learning outcomes) yang dimilikinya. Jenjang kualifikasi merupakan kesepakatan nasional, khususnya untuk pendidikan tinggi, yaitu lulusan setiap program studi paling rendah harus setara dengan deskripsi capaian pembelajaran tertentu menurut jenjangnya, misal, Sarjana setara jenjang 6 KKNI.

Kurikulum pendidikan tinggi merupakan program untuk menghasilkan lulusan, sehingga program tersebut seharusnya menjamin agar lulusannya memiliki kualitas yang setara dengan kualifikasi yang disepakati dalam KKNI. Konsep yang dikembangkan DIKTI (Ditjen Belmawa) selama ini dalam menyusun kurikulum dimulai dengan menetapkan profil lulusan yang kemudian dirumuskan kemampuan /kompetensinya.

Dalam KKNI “kemampuan” dirumuskan ke dalam istilah “capaian pembelajaran” (learning outcomes), dimana kompetisi tercakup di dalamnya atau merupakan bagian dari capaian pembelajaran. Penggunaan istilah kompetensi yang digunakan DIKTI selama ini sebenarnya setara dengan capaian pembelajaran yang digunakan dalam KKNI, hanya karena di dunia kerja penggunaan istilah kompetensi diartikan sebagai kemampuan yang sifatnya lebih terbatas, terutama yang terkait dengan uji kompetensi dan sertifikat kompetensi, maka selanjutnya dalam kurikulum pernyataan “kemampuan lulusan” digunakan istilah capaian pembelajaran. Disamping hal tersebut, di dalam kerangka kualifikasi di dunia internasional, untuk mendeskripsikan kemampuan setiap jenjang kualifikasi digunakan istilah “learning outcomes

Deskripsi capaian pembelajaran dalam KKNI, mengandung empat unsur, yaitu sikap dan tatanilai, unsur kemampuan kerja, unsur penguasaan keilmuan, dan unsur kewenangan dan tanggung jawab. Dengan telah terbitnya SN DIKTI rumusan capaian pembelajaran tercakup dalam salah satu standar yaitu Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Dalam SN DIKTI capaian pembelajaran terdiri dari unsur sikap, keterampilan umum, keterampilan khusus, dan pengetahuan. Unsur sikap dan keterampilan umum telah dirumuskan secara rinci dan tercantum dalam lampiran SN, sedangkan unsur keterampilan khusus dan pengetahuan harus dirumuskan oleh forum program studi sejenis yang merupakan ciri lulusan prodi tersebut. Rumusan capaian pembelajaran lulusan setiap jenis program studi disahkan oleh Dirjen DIKTI setelah melalui kajian tim pakar yang ditunjuk. Berdasarkan rumusan “capaian pembelajaran” tersebut kurikulum suatu program studi dapat disusun.

 1.2.5. Konsorsium Biologi

Berdasarkan pertemuan konsorsium Biologi pada tahun 2015, juga telah ditetapkan bahan kajian utama bidang biologi sebagai berikut;

  • -             Biologi sel dan molekuler
  • -             Fisiologi
  • -             Genetika
  • -             Ekologi
  • -             Struktur dan Perkembangan
  • -             Sistematika dan Evolusi

 Bab III. STRATEGI PENGEMBANGAN

VISI :

Menghasilkan lulusan yang berkompentensi dalam mengkaji, mengembangkan dan menyelamatkan sumber daya hayati tropika

MISI :

  1. Melaksanakan pembelajaran berpusat pada mahasiswa untuk menghasilkan lulusan yang berkompetensi dalam penguasaan konsep biodiversitas, bioproses dan ekologi sumber daya hayati tropika.
  2. Melaksanakan penelitian untuk pengembangan dan penyelamatan sumber daya hayati tropika serta ekosistemnya
  3. Melakukan pengabdian masyarakat yang mengintegrasikan ilmu biologi dalam pengembangan potensi sumber daya hayati tropika dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

TUJUAN :

  1. Menghasilkan lulusan yang berkompeten dalam pengkajian, pengembangan dan penyelamatan sumber daya hayati tropika.
  2. Menghasilkan produk penelitian terkait pengembangan dan penyelamatan sumber daya hayati tropika.
  3. Menyumbangkan hasil hasil penelitian untuk memecahkan masalah pemanfaatan dan penyelamatan sumber daya alam tropika untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

SASARAN & STRATEGI PENCAPAIAN:

Untuk mewujudkan visi dan misi serta tujuan tersebut, telah ditetapkan sasaran dan strategi untuk mencapainya berdasarkan relevansi kurikulum, peningkatan suasana akademik, keberlanjutan program, efisiensi dan produktivitas pendidikan serta perhatian terhadap mahasiswa ekonomi lemah. Semua hal tersebut telah dirumuskan melalui penyusunan Rencana Strategis Jangka Panjang PS Biologi pada tahun 2004. Adapun sasaran yang akan dicapai;

1. Perbaikan relevansi

Perbaikan relevansi dilakukan dengan menyusun kurikulum sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai yaitu untuk mengkaji, mengembangkan dan menyelamatkan sumber daya hayati tropika. Dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK tahun 2007) mencakup:

  • Kompetensi lulusan; Perumusan kompetensi lulusan yang dijabarkan lebih rinci dalam bidang ilmu dan kompetensi setiap mata kuliah yang mendukungnya baik dari aspek kognitif, psikomotorik dan afektif.
  • Isi; Materi dalam setiap mata kuliah disusun atas dasar pencapaian kompetensi yang telah dirumuskan. Semua masukan dari pengguna lulusan dan Technical Asistance dihimpun, kemudian digunakan sebagai salah satu acuan dalam memperbaiki kurikulum. Evaluasi kurikulum ditetapkan secara berkala yakni setiap lima tahun.
  • Metode Pembelajaran; Metode Pembelajaran Teacher-Centered Learning (TCL) secara bertahap diubah menjadi Student-Centered Learning (SCL). Perbaikan metode pembelajaran ini dimaksudkan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa melalui penciptaan suasana akademik yaitu dengan meningkatkan interaksi mahasiswa dan dosen di dalam kelas.
  • Sistem evaluasi; Peningkatan kompetensi juga dilakukan melalui perbaikan sistem penilaian kompetensi mahasiswa terhadap mata kuliah. Penilaian mencakup unsur kognitif, psikomotorik dan afektif dari suatu perkuliahan. Nilai akhir suatu perkuliahan diperoleh dari; 1) nilai tugas, 2) Ujian Tengah Semester, 3)Ujian Akhir Semester dan 4) praktikum dengan bobot yang proporsional.

Peningkatan kompetensi didukung dengan melengkapi sarana dan prasarana pembelajaran seperti peralatan di laboratorium dan bahan bacaan mutakhir di ruang baca. Upaya peningkatan kompetensi ini dilakukan sangat terbantu semenjak diperolehnya Program Due-Like, TPSDP dan Hibah Kompetensi Intitusi (PHKI) yang diterima oleh Program Stusi Biologi FMIPA Universitas Andalas.

Selain itu, peningkatan kemampuan soft skill dibentuk melalui peningkatan kemampuan kerjasama tim dan kemampuan bahasa lulusan. Hal ini dilakukan dengan menerapkan Student Academic Perfomance System (SAPS), memberikan latihan keterampilan manajemen, dan membina kelompok studi sesuai dengan minat mahasiswa.

2. Peningkatan suasana akademik

Suasana akademik yang kondusif akan memacu minat dan motivasi baik bagi mahasiswa maupun staf pengajar. Peningkatan suasana akademik dicapai dengan melakukan kegiatan kuliah tamu, kegiatan seminar regular, pelibatan mahasiswa dalam penelitian dosen, serta peningkatan intensitas diskusi informal sesama staf pengajar dan mahasiswa.

3. Peningkatan kualitas staf pengajar

Peningkatan kualitas staf pengajar dilakukan dengan pengembangan kemampuan staf sesuai dengan pencapaian visi dan misi sebagaimana yang tercantum dalam road map PS Biologi. Kegiatan tersebut dilakukan melalui:

  • Pendidikan formal

Mengirimkan staf untuk studi lanjut (S2 dan S3) sesuai dengan bidang keahlian dan road map pengembangan, ke Perguruan Tinggi yang berkompeten.

  • Pendidikan non fomal

Bidang keahlian: Peningkatan kemampuan dalam bidang keahlian masing-masing dilakukan dengan melibatkan staf pengajar dalam berbagai pelatihan sesuai dengan bidang kajian masing-masing.

Kemampuan pedagogik: Peningkatan kemampuan dan teknik pembelajaran dengan serangkaian pelatihan teknik pengajaran (Pekerti, Applied Approach, SCL training, workshop penyusunan RPKPS, Multimedia training).

Peningkatan kualitas staf pengajar juga dilakukan dengan meningkatkan jumlah dan kualitas penelitian, serta publikasi ilmiah.

4. Peningkatan kualitas pembelajaran

Peningkatan kualitas dilakukan dengan kegiatan Teaching Grant (Terprogram oleh PS dan Fakultas), penyusunan RPKPS mata kuliah yang disediakan, menggunakan metode pembelajaran SCL, evaluasi terhadap proses pembelajaran di akhir semester, menyediakan Prosedur Operasional Baku dan Panduan Akademik untuk setiap unsur pembelajaran, serta pencanangan Interactive Learning.

5. Peningkatan transparansi, akuntabilitas, kualitas manajemen internal

Peningkatan kualitas manajemen PS Biologi dilakukan dengan penyusunan Rencana Kerja Tahunan yang melibatkan Kepala Laboratorium dan dosen. Hasil capaian kegiatan dilaporkan setiap akhir tahun.

Kualitas manajemen internal diukur setiap tahun baik melalui penilaian oleh audit internal oleh tim BAPEM universitas maupun oleh Audit internal oleh tim SPI serta surveylence ISO 9001:2000 yang dilakukan dua kali dalam satu tahun. Hasil audit tersebut terhadap kelengkapan dokumen dan pencapaian mutu sasaran mutu menjadi masukan untuk perbaikan perencanaan pada tahun berikutnya. Secara rutin hasil audit disampaikan dalam rapat tinjauan mutu Fakultas MIPA dan selanjutnya diinformasikan melalui Rapat Dewan Dosen PS Biologi.

PS Biologi juga melaksanakan rapat informil yang disebut ”Pertemuan Rabuan”. Dalam pertemuan yang dilaksanakan setiap hari Rabu, ketua PS menyampaikan berbagai informasi yang bersumber dari fakultas, alumni dan mahasiswa. Komunikasi juga bersifat dua arah yaitu menampung semua permasalahan layanan perkuliahan, penelitian dan administrasi serta isue terkini yang terkait dengan bidang ilmu.

Disamping itu, PS Biologi juga memiliki kotak saran guna menampung kritikan dan masukan terhadap pegelolaan PS dan layanan terhadap dosen, mahasiswa maupun tenaga kependidikan.

6. Pembinaan Hubungan Kemitraan

Dalam rangka keberlanjutan program, PS Biologi telah membina hubungan kemitraan dengan berbagai pihak seperti Lembaga Pemerintahan, Pemerintah Daerah, Lembaga Penelitian, Lembaga Konservasi, Lembaga swasta, Perguruan Tinggi lain baik di dalam maupun luar negeri. Pembinaan hubungan ini dilakukan baik dalam bentuk kerangka kerjasama formil antar instansi maupun dalam bentuk keterlibatan staf pengajar secara personal sebagai anggota tim ahli. Beberapa bentuk kerjasama yang telah dilakukan:

  • International Training Program (ITP): Kegiatan ITP berbentuk kerjasama antara Universitas Andalas dengan Kagoshima University Jepang. Kerjasama ini telah berlangsung sejak 2008 sampai dengan 2012. dimana dalam kegiatan ini dilakukan pertukaran mahasiswa, pertukaran peneliti, kerjasama penelitian dan memaparkan hasil penelitian yang dilakukan dalam seminar internasional di Jepang dan di Indonesia.
  • Taman Keanekaragaman Hayati (KEHATI); Kerjasama Pembangunan Taman KEHATI merupakan hasil kerjasama PS Biologi Unand dengan Kementerian Negara Lingkungan Hidup, Bapedalda Sumatera Barat. Pembangunan Taman KEHATI sangat sesuai dengan visi, misi dan tujuan PS Biologi FMIPA Universitas Andalas yaitu mengkonservasi tumbuhan endemik, terancam punah dan tumbuhan khas daerah. Kegiatan ini telah dilaksanakan semenjak tahun 2009 dan masih berlangsung sampai sekarang.
  • Kegiatan Penelitian: Saat ini PS Biologi juga telah menandatangani kerjasama penelitian dengan PT Kencana Sawit Indonesia (PT KSI), untuk mengirimkan mahasiswa/i yang akan melakukan kegiatan penelitian di areal konsesi PT KSI. PS Biologi juga mempunyai kerjasama dengan PT Restorasi Ekosistem Indonesia (PT REKI), dalam bentuk kerangka kerjasama penelitian yang melibatkan mahasiswa dalam kegiatan penelitian di area PT REKI. Pada tahun 2010, PS Biologi juga menjadi pelaksana kerjasama penelitian antara Zoo Society of London (ZSL) dengan Universitas Andalas, dalam melakukan pengkajian keanekaragaman di perkebunan sawit.
  • Kerjasama dengan PEMDA: Dosen PS Biologi secara aktif juga terlibat dalam berbagai kegiatan yang dilakukan oleh pihak Pemerintah Daerah sebagai tenaga ahli, seperti Tim Penilai AMDAL Prov. Sumbar, Kab. Solok, Pasaman dan Kota Padang, Tim Penilai Kalpataru, Tim Penilai Menuju Indonesia Hijau, Tim Penilai Adipura, serta tim ahli penyusun kebijakan daerah.

7. Peningkatan perhatian kepada mahasiswa yang memiliki latar belakang ekonomi lemah.

Bentuk perhatian yang diberikan adalah dengan menyediakan berbagai bentuk beasiswa, baik yang berasal dari pemerintah, Badan Amil Zakat Universitas dan bahkan PS juga memiliki Badan Amal yang dihimpun dari zakat dosen dan sumbangan para alumni. Bentuk pelayanan ini dimaksudkan untuk memperlancar studi dan meningkatkan prestasi mahasiswa ekonomi lemah.

 BAB. IV KURIKULUM 

 4. 1. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Untuk menghasilkan lulusan yang sesuai dengan profil yang telah ditetapkan sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi, maka Program Studi Biologi menargetkan beberapa capaian pembelajaran. Capaian pembelajaran tersebut ada yang bersifat kognitif, psikomotorik dan afektif. Capaian pembelajaran dalam hal kognitif dan psikomotorik akan diterapkan secara ekplisit dalam bahan kajian dan mata kuliah, sementara yang bersifat afektif akan dibangun sejalan dengan pelaksanaan perkuliahan dan atmosfir akademik di lingkup Program Studi Biologi. Kurikulum Program Studi S1 Biologi telah di revisi dan disesuaikan dengan standar Kualifikasi Kompetensi Nasional Indonesia (KKNI) level 6 (Setara dengan S1), yaitu;

  1. Mampu mengaplikasikan keahlian dan memanfaatkan bidang Biologi dalam penyelesaian masalah serta mampu beradaptasi terhadap situasi yang dihadapi.
  2. Menguasai konsep teoritis bidang biologi secara umum dan konsep teoritis terkait keanekaragaman hayati tropika secara mendalam, serta mampu memformulasikan penyelesaian masalah prosedural.
  3. Mampu mengambil keputusan yang tepat berdasarkan analisis informasi dan data, dan mampu memberikan petunjuk dalam memilih berbagai alternatif solusi secara mandiri dan kelompok.
  4. Bertanggung jawab pada pekerjaan sendiri dan dapat diberi tanggung jawab atas pencapaian hasil kerja organisasi.

Adapun capaian pembelajaran untuk masing-masing profil lulusan yang akan dihasilkan tercantum pada Tabel berikut ini :

 

Tabel Profil lulusan dan capaian pembeljaran pada PS Biologi FMIPA Universitas Andalas

 

No

Profil Lulusan

Capaian Pembelajaran

1

Peneliti 

Menguasai kemampuan dasar ilmu biologi

Mampu mengidentifikasi sumber daya hayati tropika

Menguasai metoda dan kaidah ilmiah

Menguasai teknik-teknik penelitian bidang biologi

Menguasai metode analisis sumber daya hayati

Mampu melaksanakan penelitian biologi secara mandiri

Menguasai tata cara pengelolaan sumber daya hayati

Mampu mengaitkan kajian biologi dengan bidang kajian lainnya

Menghasilkan karya ilmiah baik dalam bentuk skripsi, makalah, artikel ilmiah

2

Konsultan (genetika, lingkungan, pertamanan dan lansekap)

 

Menguasai konsep dan teknik bidang genetika

Menguasai konsep, aturan dan permasalahan bidang lingkungan hidup

Menguasai konsep-konsep dasar pertamanan

Menguasai konsep-konsep dasar pengelolaan lansekap

Mampu melakukan analisis data secara kualitatif dan kuantitatif

Mampu menggunakan berbagai perangkat lunak untuk analisis data terkait SDH

Memiliki jiwa kewirausahaan

3

Tenaga ahli (pada bidang perkebunan, kehutanan, pesisir dan perikanan, ekowisata)

Menguasai konsep dasar pelestarian sumber daya hayati baik pada tingkatan global, nasional dan lokal

Mampu melakukan pemetaan keanekaragaman hayati baik secara spasial dan memadukannya dengan data kualitatif dan kuantitatif

Menguasai konsep dan penerapan kajian bidang biologi dalam bidang pertanian – perkebunan

Menguasai konsep dan penerapan kajian bidang biologi dalam bidang kehutanan

Menguasai konsep dan penerapan kajian bidang biologi dalam bidang perairan

Menguasai konsep dan penerapan kajian bidang biologi dalam pengelolaan wilayah pesisir

Menguasai konsep dan penerapan kajian bidang biologi sebagai dasar upaya konservasi dan ekowisata

 

4

Staf fungsional (pada laboratorium pengendalian mutu makanan dan minuman, Patologi anatomi , pemeriksaan kualitas lingkungan)

Menguasai konsep dan teknik perbanyakan tumbuhan secara in vitro, dan aplikasinya untuk propagasi bibit unggul dan pelestarian   sumber daya hayati

Menguasai konsep dan teknik pembuatan preparat jaringan hewan dan tumbuhan dan analisisnya

Menguasai konsep dan teknik pembuatan specimen tumbuhan dan hewan

Memahami tata cara pengelolaan laboratorium, herbarium, museum

Menguasai konsep dan teknik analisis kualitas makanan, minuman, lingkungan

4.2.

BAHAN KAJIAN

Sesuai dengan arahan penyusunan kurikulum menurut Dirjen DIKTI, Capaian pembelajaran diformulasikan lebih terperinci sesuai dengan bidang kajian dari masing-masing program studi. Penentuan bidang kajian bisa dilakukan dengan;

 

  1. Diambil dari peta keilmuan (rumpun ilmu : UUPT 2012) yang menjadi ciri program studi atau dari khasanah keilmuan yang akan dibangun oleh program studi.
  2. Bisa ditambah bidang/cabang IPTEKS tertentu yang diperlukan untuk antisipasi pengembangan ilmu di masa depan, atau
  3. Dipilih berdasarkan analisis kebutuhan dunia kerja/ profesi yang akan diterjuni oleh lulusan.

 

BAB. V MATA KULIAH 

Perumusan mata kuliah yang akan diberikan didasarkan kepada target Capaian Pembelajaran dan rumusan Bahan Kajian yang telah ditetapkan sebagai kecakapan yang harus dimiliki oleh lulusan. Sesuai dengan irisan ilmu Biologi, maka perumusan mata kuliah mengacu pada pola;

  • -           Sistem blok; untuk mata kuliah yang lebih fokus kepada sistem dan melingkupi semua taksa
  • -           Sistem parsial; untuk mata kuliah yang cenderung mengacu kepada suatu taksa tertentu

Adanya irisan diantara kedua pola tersebut tidak bisa dihindari, karenanya pada bagian tertentu bisa saja terdapat pengulangan secara sekilas.

Mata Kuliah pada PS Biologi dikelompokkan sebagai berikut;

A. Mata Kuliah Inti Keilmuan Program Studi

  1. Biologi Sel dan Molekuler
  2. Dasar-dasar Taksonomi
  3. Sistematika Tumbuhan
  4. Sistematika Hewan
  5. Struktur Perkembangan Tumbuhan I
  6. Struktur Perkembangan Tumbuhan II
  7. Struktur Hewan
  8. Perkembangan Hewan
  9. Fisiologi Hewan
  10. Fisiologi Tumbuhan
  11. Ekologi Hewan
  12. Ekologi Tumbuhan
  13. Genetika
  14. Mikrobiologi
  15. Evolusi

B. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Pendukung

  1. Pengantar Biodiversitas
  2. Dasar-dasar Bioprospeksi
  3. Biokonservasi
  4. Biomonitoring
  5. Teknik Penelitian Laboratorium dan Lapangan

C. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Pelengkap

  1. Matematika
  2. Kimia
  3. Fisika
  4. Biostatistika
  5. Biokimia
  6. Biokomputasi

D. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Dikembangkan

Merupakan mata kuliah pilihan

E. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Untuk Masa Depan

  1. Perspektif BIologi
  2. Bioetik
  3. Metodologi Peneltian
  4. Manajemen Laboratorium
  5. Seminar I
  6. Seminar II
  7. Teknik Penulisan Karya Ilmiah
  8. Tugas Akhir

F. Ciri Khas Perguruan Tinggi

  1. Agama
  2. Pancasila
  3.  Kewarganegaraan
  4. Bahasa Indonesia
  5. Bahasa Inggris I
  6. Bahasa Inggris II
  7. Kewirausahan
  8.  Kuliah Kerja Nyata

 

SEBARAN MATA AJARAN PER SEMESTER

SEMESTER I

 

No

Kode M.K 

Mata Kuliah

SKS

1

BIO 4001

Perspektif Biologi

2,0

2

BIO 4002

Pengantar Biodiversitas

2,0

3

BIO 4101

Dasar-dasar Taksonomi

2,0

4

BIO 4102

Morfologi Tumbuhan

2,1

5

BIO 4003

Teknik Biologi Laboratorium dan Lapangan

1,1

6

BIO 4004

Kimia

2,1

7

BIO 4005

Matematika

2,0

8

SSE 129

B Inggris I

2,0

 

Jumlah

18

 

SEMESTER II

No

Kode M.K 

Mata Kuliah

SKS

1

BIO 4103

Sistematika Tumbuhan

3,1

2

BIO 4201

Struktur Perkembangan Tumbuhan II

2,1

3

BIO 4601

Pengantar Biologi Sel & Molekuler

2,1

4

BIO 4501

Mikrobiologi

2,1

5

BIO 4502

Biokimia

3,1

6

BIO 4006

Bioethik

2,0

7

HKU 141

Agama

2,0

 

Jumlah

21

 

SEMESTER III

No

Kode M.K 

Mata Kuliah

SKS

1

BIO 4104

Sistematika Hewan

3,1

2

BIO 4202

Struktur Hewan

2,1

3

BIO 4301

Fisiologi Tumbuhan

3,1

4

BIO 4007

Dasar-dasar Bioprospeksi

2,0

5

BIO 4008

Evolusi

2,0

6

BIO 4009

Fisika

2,1

7

HKU 101

Pancasila

2,0

 

Jumlah

20

 

SEMESTER IV

No

Kode M.K 

Mata Kuliah

SKS

1

BIO 4203

Perkembangan Hewan

2,1

2

BIO 4401

Ekologi Hewan

2,1

3

BIO 4402

Ekologi Tumbuhan

2.1

4

BIO 4602

Genetika

3.1

5

BIO 4010

Manajemen Laboratorium

2,0

6

HKU 151

Kewarganegaraan

2,0

7

BIO 4011

Bahasa Inggris II

2,0

 

Jumlah

19

 

SEMESTER V

No

Kode M.K 

Mata Kuliah

SKS

1

BIO 4302

Fisiologi Hewan

3,1

2

BIO 4012

Biokonservasi

2,1

3

BIO 4403

Biomonitoring

2,1

4

BIO 4013

Metodologi Penelitian

2.0

5

SSI 122

Bahasa Indonesia

2,0

6

BIO

Pilihan 1

3

7

BIO

Pilihan 2

3

 

Jumlah

20

 

SEMESTER VI

No

Kode M.K 

Mata Kuliah

SKS

1

BIO 4014

Penulisan Artikel Ilmiah

2,0

2

BIO 4015

Biostatistika

3,0

3

BIO 4016

Kewirausahaan

2,0

4

UND

KKN

4

5

BIO

Pilihan 3

3

6

BIO

Pilihan 4

3

7

BIO

Pilihan 5

3

 

Jumlah

20

 

SEMESTER VII

No

Kode M.K 

Mata Kuliah

SKS

1

BIO 4017

Biokomputasi

2,1

2

BIO 4018

Seminar I

0,1

3

BIO

Pilihan 6

3

4

BIO

Pilihan 7

3

5

BIO

Pilihan 8

3

6

BIO

Pilihan 9

3

7

BIO 4019

Kerja Praktek

3

 

Jumlah

19

 

SEMESTER VIII

No

Kode M.K 

Mata Kuliah

SKS

1

BIO 4020

Seminar I

0,1

2

BIO 4021

Tugas Akhir

0,6

 

Jumlah

7

TOTAL SKS

144

 

Mata Kuliah Pilihan Jurusan

No

Kode

Bidang / Mata Kuliah

SKS

Sistematika Hewan

1

BIO 4105

Sitotaksonomi hewan

3

2

BIO 4106

Protozoologi

3

3

BIO 4107

Parasitologi

3

4

BIO 4108

Entomologi

3

5

BIO 4109

Serangga Penyerbuk

3

6

BIO 4110

Taksidermi

3

7

BIO 4111

Biologi vertebrata

3

8

BIO 4112

Konservasi Satwa Liar

3

9

BIO 4113

Etnozoologi

3

10

BIO 4114

Zoogeografi

3

Sistematika Tumbuhan

11

BIO 4115

Pengelolaan Specimen Tumbuhan

3

12

BIO 4116

Morfologi Polen dan Spora

3

13

BIO 4117

Botani Ekonomi

3

14

BIO 4118

Morfometrik

3

15

BIO 4119

Sitotaksonomi Tumbuhan

3

16

BIO 4120

Fitoindikator

3

17

BIO 4121

Fitogeografi

3

18

BIO 4122

Filogeni Tumbuhan Berpembuluh

3

19

BIO 4123

Taksonomi Tumbuhan Taksa Terpilih

3

20

BIO 4124

Identifikasi Biji dan Anakan

3

Ekologi hewan

21

BIO 4404

Biologi Perikanan

3

22

BIO 4405

Biologi Benthos

3

23

BIO 4406

Planktonologi

3

24

BIO 4407

Malakologi

3

25

BIO 4408

Primatologi

3

26

BIO 4409

Tingkah Laku Hewan

3

27

BIO 4410

BIologi Laut

3

28

BIO 4411

Biologi Tanah

3

29

BIO 4412

Ekologi Perairan Tawar

3

30

BIO 4413

Sistem Informasi Geografis

3

Ekologi Tumbuhan

31

BIO 4414

Ekologi Hutan

3

32

BIO 4415

Ekologi terestrial

3

33

BIO 4416

AMDAL

3

34

BIO 4417

Ilmu Gulma

3

35

BIO 4418

Ekologi Pedesaan

3

36

BIO 4419

Hutan Kota

3

37

BIO 4420

Agroekologi

3

38

BIO 4421

Ekowisata

3

39

BIO 4422

Dendroekologi

3

40

BIO 4423

Ekologi Manusia

3

Mikrobiologi

41

BIO 4503

Mikrobiologi Industri

3

42

BIO 4504

Mikologi

3

43

BIO 4505

Bakteriologi

3

44

BIO 4506

MIkrobiologi Lingkungan

3

45

BIO 4507

Mikrobiologi Pangan

3

46

BIO 4508

Mikrobiologi Kesehatan

3

47

BIO 4509

Mikrobiologi Rhyzosper

3

48

BIO 4510

Bioteknologi Mikroba

3

49

BIO 4511

Mikrobiologi Kesehatan Tubuhan/Fitopatologi

3

50

BIO 4512

Teknologi Pengawetan Makanan

3

Genetika

51

BIO 4603

Sitogenetika

3

52

BIO 4604

Genetika Kuantitatif / Populasi

3

53

BIO 4605

Genetika Molekuler

3

54

BIO 4606

Penanda Genetika

3

55

BIO 4607

Genetika Manusia

3

56

BIO 4608

Radiobiologi

3

57

BIO 4609

Dasar- dasar pemuliaan

3

Fisiologi Tumbuhan

58

BIO 4303

Kultur Jaringan

3

59

BIO 4304

Metabolisme Tumbuhan

3

60

BIO 4305

Nutrisi Tumbuhan

3

61

BIO 4306

Biologi Mikorhiza

3

62

BIO 4307

Ekofisiologi tumbuhan

3

63

BIO 4308

Fisiologi biji

3

64

BIO 4309

Fitohormon

3

Fisiologi Hewan

65

BIO 4310

Fisiologi Serangga

3

66

BIO 4311

Pengendalian Hama

3

67

BIO 4312

Endokrinologi

3

68

BIO 4313

Toksikologi

3

69

BIO 4314

Neurofisiologi

3

70

BIO 4315

Haemitologi

3

71

BIO 4316

Fisiologi Nutrisi

3

72

BIO 4317

Ekofisiologi Hewan

3

STRUKTUR PERKEMBANGAN HEWAN

75

BIO 4204

Mikroteknik hewan

3

76

BIO 4205

Biologi reproduksi hewan

3

77

BIO 4206

Teratologi

3

78

BIO 4207

Morfogenesis hewan

3

79

BIO 4208

Histopatologi

3

80

BIO 4209

Kultur Jaringan Hewan

3

81

BIO 4210

Fisiologi Perkembangan

3

82

BIO 4211

Anatomi Hewan

 3

STRUKTUR PERKEMBANGAN TUMBUHAN

83

BIO 4212

Morfogenesis tumbuhan

3

84

BIO 4213

Mikroteknik tumbuhan

3

85

BIO 4214

Biologi Serat

3

86

BIO 4215

Adaptasi Struktur Tumbuhan

3

87

BIO 4216

Biologi reproduksi tumbuhan

3

88

BIO 4217

Biologi Kayu

3

89

BIO 4218

Dendrochronology

3

 

 

Kamis, 06 Oktober 2016 13:53

Kompetensi

Written by
Kamis, 06 Oktober 2016 13:41

Struktur Jurusan Biologi

Written by

 

Ketua Jurusan

Calon Ketua Jurusan dipilih oleh staf dosen dan diusulkan kepada Rektor melalui Dekan berdasarkan jumlah suara terbanyak, kemudian diangkat oleh Rektor dengan masa jabatan selama empat tahun. Ketua Jurusan bertanggung jawab kepada Dekan dalam pelaksanaan dan pengembangan akademik.

Sekretaris Jurusan

Calon Sekretaris Jurusan dipilih oleh staf dosen dan diusulkan kepada Rektor melalui Dekan berdasarkan jumlah suara terbanyak, kemudian diangkat oleh Rektor dengan masa jabatan selama empat tahun. Sekretaris bertugas membantu Ketua dalam pelaksanaan akademik dan Keuangan Jurusan.

Kaprodi S1

Ketua Program Studi S1 di pilih oleh rapat Dewan dosen dan diangkat oleh Dekan. Ketua Program Studi S1 bertugas membantu Ketua Jurusan dalam bidang akademik dengan mengkoordinir pelaksanaan perkuliahan, bimbingan tugas akhir, beasiswa dan ujian serta beban tugas dosen Pascasarjana S1.

Kaprodi S2

Ketua Program Studi S2 di pilih oleh rapat Dewan dosen dan diangkat oleh Dekan. Ketua Program Studi S2 bertugas membantu Ketua Jurusan dalam bidang akademik dengan mengkoordinir pelaksanaan perkuliahan, bimbingan tugas akhir, beasiswa dan ujian serta beban tugas dosen Pascasarjana S2.

Kaprodi S3

Ketua Program Studi S3 di pilih oleh rapat Dewan dosen dan diangkat oleh Dekan. Ketua Program Studi S3 bertugas membantu Ketua Jurusan dalam bidang akademik dengan mengkoordinir pelaksanaan perkuliahan, bimbingan tugas akhir, beasiswa dan ujian serta beban tugas dosen Pascasarjana S3.

Tenaga Kependidikan

Kerja ketua ketua program studi dibantu oleh Tenaga Kependidikan yang terdiri dari bagian pelayanan akademik, pengolahan data, administrasi dan pelayanan umum.

Kepala Laboratorium

Kepala Laboratorium dipilih oleh anggota laboratorium dan diusulkan oleh Ketua Jurusan untuk diangkat oleh Rektor dengan masa jabatan empat tahun. Kepala Laboratorium bertugas mengatur kelancaran praktikum, pelayanan penelitian dosen/mahasiswa, pelayanan pengabdian pada masyarakat maupun pelayanan jasa bagi institusi lain serta pengembangan laboratorium dan staf dosen yunior.

Analis/Pranata Laboratorium

Operasional Laboratorium dibantu oleh pranata laboratorium, dalam hal pelayanan kegiatan mahasiswa praktikum, penelitian dan tugas akhir mahasiswa pada masing masing labor.

Pembina HIMABIO

Pembina Himpunan Mahasiswa diusulkan oleh Ketua Jurusan dan diangkat oleh Dekan. Pembina Himpunan Mahasiswa bertugas membantu Ketua Jurusan dalam bidang kemahasiswaan dengan mengarahkan kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan oleh mahasiswa.

 

Senin, 03 Oktober 2016 11:49

Visi, Misi dan Tujuan Jurusan Biologi

Written by

VISI, MISI TUJUAN DAN SASARAN PROGRAM STUDI BIOLOGI

Visi

 “Menjadi Program Studi yang unggul dalam mengkaji dan mengembangkan biodiversitas dan konservasi sumberdaya hayati tropika serta menghasilkan lulusan yang berdayasaing di tingkat ASEAN pada tahun 2028”

Misi

  1. Melaksanakan proses pendidikan berkualitas untuk menghasilkan lulusan yang mampu bersaing pada tingkat ASEAN.
  2. Melaksanakan penelitian dalam bidang biodiversitas dan konservasi sumberdaya hayati untuk yang berorientasi publikasi internasional dan perolehan HaKI.
  3. Melaksanakan layanan pengabdian kepada masyarakat berdasarkan hasil penelitian biodiversitas dan konseravasi sumberdaya hayati untuk kesejahteraan masyarakat.
  4. Memanfaatkan  kerjasama  untuk mendukung kegiatan tridharma perguruan tinggi.

Tujuan

Berdasarkan visi dan misi tersebut maka ditetapkan tujuan strategis (strategic goals) Prodi Biologi dirumuskan sebagai berikut:

  1. Menghasilkan lulusan yang berkualitas yang mampu bersaing pada tingkat ASEAN.
  2. Meningkatkan produktivitas penelitian dalam bidang biodiversitas dan konservasi sumberdaya hayati untuk menghasilkan publikasi internasional dan perolehan HaKI.
  3. Meningkatkan implementasi hasil penelitian dalam bidang biodiversitas dan konseravasi sumberdaya hayati untuk kesejahteraan masyarakat.
  4. Meningkatkan pemanfaatan  kerjasama  untuk mendukung pengembangan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat

Sasaran

Sasaran Prodi  Biologi  disusun berdasarkan Rencana Strategis Jangka Menengah Prodi Biologi  2016-2019 (Revisi), yang merupakan rangkaian kedua dari rencana jangka panjang Prodi Biologi  dari tahun 2009 sampai 2028 (Gambar 1.1). Tonggak-tonggak pencapaian (milestones) jangka panjang Prodi Biologi  adalah sebagai Berikut:

  • Tahap pertama adalah periode 2009-2013. Periode ini merupakan tahap capaian pembenahan prodi danpengembangan sumberdaya manusia serta pemenuhan standar nasional pendidikan tinggi,
  • Tahap kedua adalah periode 2014-2018. Pada periode ini dilakukanuntuk capaian berdayasaingpada tingkat nasional, Pada periode ini program studi diharuskan mencapai reputasi nasional.
  • Tahap ketiga adalah periode 2019-2023. Pada periode ini, merupakan persiapan menuju reputasi regional (ASEAN),berupa pemenuhan standar-standar mutu regional.
  • Tahap keempat/terakhir adalah periode 2024-2028. Pada periode ini, Prodi Biologi harus mencapai reputasi regional/ASEAN dengan menyiapkan standar mutu regional sehingga mendapat pengakuan pada tingkat Regional/ASEAN.
     

 

Senin, 03 Oktober 2016 11:40

Sejarah Jurusan Biologi Universitas Andalas

Written by

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) yang pada mulanya disebut Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam (FIPIA), berdiri pada hari Rabu tanggal 7 September 1955 (20 Muharam 1375) bersamaan dengan Fakultas Kedokteran di Bukittinggi. Pendiriannnya didasarkan atas Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 41007/Kab. tertanggal 14 Juli 1955.

Kemudian Universitas Andalas (UNAND) diresmikan berdiri pada hari Kamis tanggal 13 September 1956 (8 Sjafar 1376) di Bukittinggi. Pada waktu peresmian UNAND, FIPIA belum memiliki Jurusan Biologi dan baru memiliki dua jurusan yaitu Ilmu Pasti dan Geologi. Pergolakan daerah yang populer dengan nama PRRI-PERMESTA telah menghentikan hampir semua aktivitas di UNAND, bahkan FIPIA terpaksa ditutup. Pada tahun 1959 kegiatan UNAND secara bertahap diaktifkan kembali tetapi bukan di Bukittinggi melainkan di Padang yang terdiri dari Fakultas Pertanian,F akultas Kedokteran, PTPG/FKIP. Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat, serta Fakultas Ekonomi.

FIPIA sampai tahun 1961 belum dapat memulai kegiatannya sebab ketiadaan dosen dan mahasiswa. Untuk mengaktifkan kembali atau merehabilitasi FIPIA terpaksa dicarikan usaha lain yaitu dengan membuka Jurusan Biologi sebagai salah satu komponen yang memungkinkan pada waktu itu.Berdirinya Jurusan Biologi pada tahun 1962 hanya bermodalkan keikhlasan hati salah seorang dosen Fakultas Kedokteran UNAND yaitu Drs. Wildan Yatim Lubis yang memberanikan diri tampil untuk mengkoordinirnya. Beliau adalah seorang alumnus Bagian Biologi, Institut Teknologi Bandung (ITB). Pada tahun 1964 beliau pindah tugas ke Fakultas Kedokteran Universitas Pajajaran Bandung.Lahirnya Jurusan Biologi dalam rangka merehabilitasi FIPIA dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.

Kelahirannya tanpa seorangpun dosen tetap, tanpa gedung perkantoran dan perkuliahan maupun laboratorium. Selang tahun 1962-1963 kegiatan administrasi perkantoran dilakukan pada salah satu ruangan Sekretariat UNAND di perempatan Jalan Pondok. Pada tahun 1970-an barulah Jurusan Biologi menampakan diri bersama Jurusan Farmasi dan Kimia sebagi lembaga pendidikan tinggi yang relatif bergengsi seiring dengan penambahan ruang kuliah, laboratorium, perpustakaan dan fasilitas pendidikan lainnya yang bertempat di Kampus Air Tawar. Pada tahun 1981 Jurusan Biologi pindah ke Kampus Ulu Gadut. Pada tahun 1982 Fakultas Ilmu Pasti Ilmu Alam (FIPIA) berganti nama menjadi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam yang disingkat dengan FMIPA.

Jurusan Biologi secara perlahan menambah jumlah staf akademik dari alumninya yang berprestasi. Sejalan dengan ini juga dilakukan pengiriman staf pengajar untuk melanjutkan studi S2 dan atau S3 di dalam dan luar Negeri. Kerjasama dengan pihak dalam negeri (PEMDA) dan luar negeri mampu memperluas dan meningkatkan sumber daya staf Jurusan Biologi. Pada tahun 1974 telah dijalin kerjasama penelitian tentang tentang Primat dan Mamalogi dengan peneliti Jepang. Selanjutnya pada tahun 1981 dilanjutkan kerjasama penelitian tentang Hutan Hujan Tropik Sumatera antara kelompok peneliti Universtas Andalas (sebahagian besar dari Jurusan Biologi) dengan peneliti dari pihak Jepang di bawah payung organisasi Sumatra Nature Study (SNS) atau Pusat Kajian Alam Sumatera yang selanjutnya dirubah namanya menjadi Sumatra Nature Study Center (SNSC). Kegiatan ini memberikan kesan yang mendalam bagi staf pengajar tentang teknik penilitian lapangan (Field Biology) tumbuhan dan hewan tropika khususnya taksonomi dan ekologi.

Kemudian program ini dilanjutkan dengan proyek kerjasama berikutnya dengan nama Field Biology Research and Training (FBRT). Dari kedua program ini memberikan kontribusi yang berarti dalam pengembangan sumber daya manusia, yaitu menghasilkan beberapa doktor dan penambhahan peralatan laboratorium. Pada saat ini masih terjalin kerjasama yang baik antara jurusan biologi dengan pihak Jepang. Kegiatan Jurusan Biologi di Kampus Ulu Gadut hanya sampai tahun 1991. Selanjutnya, pada tahun 1992 Kampus Biologi FMIPA Unand dipindahkan dari Ulu Gadut ke Kampus baru Limau Manis yang mempunyai fasilitas fisik yang lengkap termasuk laboratorium, sehingga masing-masing bidang kajian memiliki ruangan yang cukup untuk mengembangkan diri masing-masing. Kampus Jurusan Biologi Fakultas MIPA terletak di Kampus Universitas Andalas Limau Manis, Padang, di atas tanah seluas 3,2 Ha dengan luas bangunan 3.081,57 m2 (termasuk kantor administrasi, laboratorium dan rumah kaca).

Pada tahun 1996, Program Studi S2 dibuka dengan pemusatan Ekologi. Pada tahun 1998 Jurusan Biologi mendapatkan Akreditasi A yang merupakan prestasi tersendiri bagi Jurusan Biologi FMIPA Unand. Pada tahun 1998 ini juga Jurusan Biologi mendapat grant Due-like untuk memperbaiki mutu kurikulum, staf pengajar, proses belajar mengajar dan suasana akademik. Sejalan dengan berkembangnya kurikulum baru. Pada tahun 2002, Jurusan Biologi menerapkan Kurikulum Berbasis Kompetensi.

Pada tahun ini juga telah dibuka program Non Reguler.Pada tahun 2003 berkat kerja keras sivitas akademika Jurusan Biologi, FMIPA Unand berhasil memenangkan grant TPSDP Batch III untuk pengembangan program studi sesuai dengan paradigma baru dan Kerangka Pengembangan Perguruan Tinggi Jangka Panjang. Selanjutnya pada tahun ini, sebagai lanjutan program 2002, Jurusan Biologi bersama dengan jurusan lainnya di bawah Universitas Andalas mendapat HIBAH Konservasi Tumbuhan Sumatera dari Presiden RI. Tujuan dari program tersebut adalah membentuk Kebun Raya Universitas Andalas dan Pusat Pengkajian dan Pemanfaatan Tumbuhan Tropika, sebagai pengembangan dari Hutan Pendidikan dan Penelitian Biologi (HPPB) dan Arboretum.

Pada tahun 2004, Rektor telah membentuk struktur organisasi Kebun Raya Universitas Andalas yang terdiri dari unit HPPB, Arboretum dan Kebun Tanaman Obat. Unit yang terkait langsung dengan Jurusan Biologi adalah unit HPPB dan Arboretum. Pada tahun ini, beberapa peneliti Jepang yang pernah terlibat pada program kerjasama SNS dan FBRT memprakarsai kerjasama baru antara Universitas Andalas dengan Kagoshima University Jepang. Bentuk kerjasama yang tertuang dalam “Memorandum of Understanding” antara lain: pertukaran mahasiswa, pertukaran peneliti dan kerjasama riset.